

PRESS RELEASE ALBUM KE-2
HEAVEN ON EARTH
METAMORPHOSIS
Beberapa tahun terakhir ini blantika musik jazz tanah air tampak semakin semarak. Hal ini mungkin dapat di tandai dengan dimulainya kembali festival jazz berskala internasional yaitu ‘JAVA JAZZ INTERNATIONAL FESTIVAL’ pada tahun 2005, setelah sebelumnya “JAK JAZZ” sebagai ajang pagelaran festival jazz internasional pertama di Indonesia sempat vakum panjang. Bangkitnya kembali musik jazz di Indonesia menunjukan bahwa musik jazz tidak pernah mati. Setiap tahun selalu saja ada band-band jazz Indonesia yang eksis. Salah satu band jazz Indonesia yang eksis adalah HEAVEN ON EARTH.
Didirikan pada tahun 2003 oleh Ossa Sungkar (drum)&Tedjo Bhayu Adjie (piano/keyboard). Heaven On Earth memulai debutnya dengan merilis album pertama pada 15 agustus 2006 yang beredar secara nasional. Album ini bertajuk “MUSICAL JOURNEY”. Lagu yang menjadi andalan saat itu adalah “FOREVER IN LOVE”. Formasi ini beberapa kali tampil sebagai bintang tamu di ajang festival jazz bergengsi seperti JAVA JAZZ INTERNATIONAL FESTIVAL, JAK JAZ Z INTERNATIONAL FESTIVAL,JAZZ GOES TO CAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA, KOMUNITAS-KOMUNITAS JAZZ JAKARTA,FRIDAY JAZZ NITE/ ANCOL,dll.
Pada tahun 2007 dua orang pendiri Heaven On Earth yaitu Ossa Sungkar&Tedjo Bhayu Adjie mempunyai ide untuk mengeksplorasi musik Heaven On Earth agar lebih berkualitas, lebih berani, lebih experimental dengan ide-ide yang segar,cemerlang&artistik. Untuk memenuhi obsesi ini maka harus terjadi pergantian formasi.
Pada tahun 2007 Franky Sadikin (bass,sequencing programmer) bergabung dalam Heaven On Earth. Franky adalah seorang bassist jazz yang sangat berbakat&penuh dengan ide-ide kreatif serta seorang bassist yang berteknik tinggi.
Konsep dasar dari trio Heaven On Earth ini adalah progressive fusion jazz yang enerjik,dinamis&improvisatif.
Formasi trio ini (Tedjo Bhayu Adjie,Ossa Sungkar&Frank Sadikin) mulai menggodok konsep musik Heaven On Earth yang baru dengan ide-ide musik yang segar. Hal ini berlangsung dari tahun 2007 sampai dengan 2011. Selama tahun- tahun itu Heaven On Earth dengan formasi baru ini juga tampil di beberapa event jazz bergengsi seperti JAVA JAZZ INTERNATIONAL FESTIVAL, JAK JAZZ INTERNATIONAL FESTIVAL, JAZZ GOES TO CAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA, SOLO CITY JAZZ, KLAB JAZZ TVRI (event khusus jazz di TVRI yang di tayangkan secara nasional), KOMUNITAS JAZZ CHIC’S, dll.
Formasi ini juga mendokumentasikan proses recording album barunya (Metamorphosis) di studio rekaman yang di rekam dalam format DVD&di up load ke YOU TUBE (www.youtube.com/heavenonearthjazz).
Proses rekaman album ke 2 ini (baik loading,mixing maupun mastering) di lakukan di EC3 Fajar Satritama Studio Jakarta dengan sound engineer yang berpengalaman yaitu Bebi Subur.
Pada tanggal 1 agustus 2011 album ke 2 Heaven On Earth yang bertitel “METAMORPHOSIS” resmi dirilis ke public tanah air/nasional bekerja sama dengan Demajors Music Independent sebagai distributor.
Ide-ide segar,keberanian,kebebasan,kemampuan teknik bermusik yang tinggi dapat di rasakan pada seluruh komposisi di album ini yaitu:
1. BUENOS DIAS MI CIELO (by: Ossa Sungkar)
Komposisi ini menampilkan suatu format rhythm yang unik, rancak, dinamis dimana rhythm di bangun dengan fondasi odd time signature (birama ganjil) yang menggunakan sound marimba yang natural. Disini seluruh personil mempunyai kesempatan untuk mengekspresikan kemampuan technical bermusik lewat improvisasi yang indah,segar&berani.Komposisi ini di beri judul dalam bahasa Spanyol Buenos Dias Mi Cielo yang artinya “selamat pagi cintaku”.
2. DRUM OVERTURE (by: Tedjo Bhayu Adjie)
Karya Bhayu ini menurut komposernya di dedikasikan untuk drummer Heaven On Earth (Ossa Sungkar),itu sebabnya komposisi ini di buka dengan sebuah solo drum yang dinamis,groovy, dengan teknik yang tinggi, dilanjutkan dengan jalinan unison ( notasi musik yang dimainkan bersamaan antara drum,piano&bass) yang rumit tapi penuh kejutan.
Pada komposisi ini kita dapat menikmati improvisasi keyboard Tedjo Bhayu Adjie yang menyentak,dinamis, dipenuhi dengan nada-nada jazz yang indah,bercita rasa tinggi&high skil. Dilanjutkan dengan solo bass yang dimainkan Franky Sadikin lepas dari rhythm drum&keyboard. Disni kita dapat menikmati sebuah konsep solo bass yang groovy, high technique,mencabik-cabik.
3. SONG FOR REVINA (by: Franky Sadikin)
Sebuah komposisi yang manis, melodius, lembut. Komposisi ini bercerita tentang puteri kesayangan Franky dan didedikasikan untuk puteri sang bassist. Musik di mulai dengan alunan nada-nada piano yang lembut dan dan jalinan sound bass yang begitu menyentuh pada bagian interlude seakan sedang mencurahkan kasih sayang seorang ayah kepada puteri tercinta, di sambung dengan improvisasi piano yang menambah syahdu komposisi ini.
4. CHEER,TEAR AND FEAR (by: Tedjo Bhayu Adjie)
Satu karya dari Tedjo Bhayu Adjie yang bercerita tentang suka cita,air mata&rasa takut. Ketiga elemen psikologis ini memang kerap di alami oleh manusia pada masalah-masalah yang di hadapi. Komposisi ini memotret salah satu aspek manusiawi dari seorang manusia. Komposisi ini di buka dengan rhythm piano yang mewakili jiwa penuh suka cita&semangat. Comping piano dari Bhayu tampak terlihat begitu menyatu dengan cabikan bass Franky dan gebukan drum Ossa. Bhayu menggunakan teknik odd time rhythm dalam menuangkan konsep rhythm sectionnya sehingga terdengar sangat dinamis&enerjik. Pada bagian interlude/improvisasi, terdengar bentuk solo piano yang menggunakan teknik jazz yang tinggi dibalut dengan odd time rhythm (birama ganjil) dengan irama samba .Tampak grafik dinamika solo piano yang semakin klimaks , dilanjutkan dengan solo bass yang atraktif memukau. Pada sesi akhir tampil Ossa memainkan sederet teknik drum dalam sebuah komposisi solo drum yang apik dalam balutan rhythm odd time dengan sound piano yang dimainkan dengan dinamis oleh Bhayu.
5. CAMEL RIDER (by: Tedjo Bhayu Adjie)
Sebuah komposisi karya Bhayu yang bercerita tentang seorang penunggang unta di tengah padang pasir/sahara yang panas membakar. Musik dibuka dengan sebuah konsep solo drum yang dimainkan Ossa dengan penuh perasaan. Disini terdengar sound drum yang halus gemericik sampai dengan keras menghentak penuh enerji. Dilanjutkan dengan improvisasi dari Bhayu yang bermain sangat apik dengan chord&comping yang brilliant membuat sebuah dialog dengan drum, di iringi rhythm bass Franky yang menghasilkan rhythm section yang menggemaskan.
6. DARK CLOUD (by: Franky Sadikin)
Sebagai penutup pada album Metamorphosis ini, di suguhkan sebuah karya masterpiece dari Franky Sadikin, dimana karya ini menceritakan tentang langit yang sangat gelap yang di penuhi oleh awan-awan hitam yang menunjukan sebentar lagi akan turun hujan badai yang besar.
Komposisi ini hanya menampilkan permainan Franky saja tanpa keyboard/piano&drum. Disini terlihat jelas bagaimana seorang Franky mengeksplorasi bassnya sedemikian rupa menjadi sebuah karya yang sangat indah.
Pada album ke 2 ini, selain menampilkan konsep musik yang baru, juga menampilkan design cover CD yang artistic. Konsep ini merupakan ide Heaven On Earth yang dapat direalisasikan dengan sangat baik oleh seorang design cover yang berbakat&penuh ide yaitu Cung Fajar.
Dengan mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas dirilisnya album baru Heaven On Earth ini, maka sambut&nikmatilah salah satu ikon dari regenerasi musik jazz Indonesia HEAVEN ON EARTH lewat albumnya yang bertitel “ METAMORPHOSIS”. Semoga album ini dapat menjadi tonggak sejarah baru perkembangan musik jazz Indonesia agar musik jazz dapat lebih diterima di semua lapisan masyarakat tanah air,amin!
Jakarta, Agustus 2011
Website : www.heavenonearthjazz.com Contact bisnis:
Facebook : heaven on earth jazz 08156723030
Twitter : HOE Jazz 081288376958
You tube: heaven on earth jazz